Ibu sakit. Satu-satunya orang tuaku setelah ayah dipanggil, saat ini harus bolak-balik ke rumah sakit karena pembekakan hati. Tak ada yg bisa aku dan kedua adikku lakukan kecuali mensuport ibu agar sabar dan tabah melalui cobaan ini. Karena sehat dan sakit datangnya dari Alloh, maka hanya kepadaNya manusia mohon jalan terbaik.
Saat ini mulai terlintas di kepalaku, andai aku punya banyak uang. Sebelumnya aku cukup mensyukuri apa yg kudapat sekarang. Maksudku, bukan aku tak bersyukur lagi atas rizki saat ini. Tapi, kalau saja aku bisa lebih banyak menyisihkan uang, pasti aku tak pusing lagi memikirkan bagaimana cara mengupayakan kesembuhan ibu.
Okelah, mungkin pernah juga terlintas di hatimu, perasaan ingin membantu saat kawanmu terpaksa 'puasa' karena kiriman belum datang. Atau saat kau lihat banyak anak terpaksa putus sekolah karena tak punya biaya buat melanjutkan. Atau saat kau lihat berapa puluh tunawisma tidur di emper toko dan kehujanan. Atau banyak pemandangan lagi yg menyayat nurani kemanusiaanmu.
Coba pikirkan kalau kamu punya cukup banyak uang. Berapa kawan yg bisa kau tolong melalui uangmu itu? Berapa banyak pemandangan pilu bisa kau ubah menjadi sebuah semangat baru?
Jadi, apakah dengan begitu kamu setuju denganku, bahwa uang bukan segalanya, tapi punya banyak uang juga perlu?
Jumat, 05 September 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar