fotomu kupunya. cuma
sbab entah kupunyakah hatimu. kini
kupandang fotomu. cuma
sbab entah bisakah kujumpamu. nanti
segenggam rindu
segenggam asa
segenggam rasa
cinta
masih kugantung buatmu. cuma
(sejam yang lalu kubaca imelmu)
Kamis, 31 Juli 2008
Minggu, 27 Juli 2008
LAW OF UEKI
Pernah liat film animasi yg tayang di Global tv itu? Jagoannya, Uweki, punya kemampuan mengubah sampah mjd pohon. Kebayang ga kalau tokoh itu nyata? Berapa juta pohon bisa tiba2 tumbuh dari berkubik2 sampah yg kita hasilkan tiap detik di keseharian? Pastilah ga bakal kepanasan kita saat di jalanan. Atau setidaknya hidung ga terlalu pengar saat beralih fungsi jd vacum cleaner di sepanjang jalan.
Tiba2 saja aku ingat kartun Jepang itu ketika tanpa sengaja membaca rubrik Surat Pembaca siang ini, di secarik koran bekas pembungkus gorengan. Suara Merdeka, edisi Minggu 6 April 2008. Surat yg ditulis Afnan Tio dg judul "Penghijauan Lewat Barter Kertas Afkir" itu, menawarkan bibit pohon utk dibarter dg bandrol bungkus rokok.
Hm... menarik juga kan? Itung2 buat menyukseskan program SGW, terutama bagi para hard smokers. Daripada cuma nyumbang asep rokok, mending nyumbang pohon juga kan buat mengurangi polusi? Atau akan lebih cakep kalau rela hati mau stop smoking. STOP SMOKING to eliminate globlal warming! (Upz! Ada yg melotot tu di sebelah..heheh...)
Ada yg berminatkah? Ne sedikit contekan dari sebagian isi surat itu:
Tio bersedia menampung tiap 20 bandrol rokok atau cukai tembakau yg masih utuh, utk ditukar dg bibit pohon randu(20), atau ketepeng bunga kuning(20), atau kelor(20), atau jati(12). Sedang buat yg suka majalah berbahasa Belanda, Tio bersedia memberi alamat penerbitan di Belanda yg siap mengirimkan majalahnya, gratis!
Terlepas dari konsistensinya, tak ada salahnya buat mencoba. Kalaupun ada kesulitan utk menanam bibit2 pohon itu, aku yakin banyak teman, baik perorangan atau LSM, yg bersedia menanamkannya buat kita.
So, you wanna try? Coba kontak alamat ini:
< AFNAN TIO
GEDONGMULYO RT 3/RW 1, LASEM
Tiba2 saja aku ingat kartun Jepang itu ketika tanpa sengaja membaca rubrik Surat Pembaca siang ini, di secarik koran bekas pembungkus gorengan. Suara Merdeka, edisi Minggu 6 April 2008. Surat yg ditulis Afnan Tio dg judul "Penghijauan Lewat Barter Kertas Afkir" itu, menawarkan bibit pohon utk dibarter dg bandrol bungkus rokok.
Hm... menarik juga kan? Itung2 buat menyukseskan program SGW, terutama bagi para hard smokers. Daripada cuma nyumbang asep rokok, mending nyumbang pohon juga kan buat mengurangi polusi? Atau akan lebih cakep kalau rela hati mau stop smoking. STOP SMOKING to eliminate globlal warming! (Upz! Ada yg melotot tu di sebelah..heheh...)
Ada yg berminatkah? Ne sedikit contekan dari sebagian isi surat itu:
Tio bersedia menampung tiap 20 bandrol rokok atau cukai tembakau yg masih utuh, utk ditukar dg bibit pohon randu(20), atau ketepeng bunga kuning(20), atau kelor(20), atau jati(12). Sedang buat yg suka majalah berbahasa Belanda, Tio bersedia memberi alamat penerbitan di Belanda yg siap mengirimkan majalahnya, gratis!
Terlepas dari konsistensinya, tak ada salahnya buat mencoba. Kalaupun ada kesulitan utk menanam bibit2 pohon itu, aku yakin banyak teman, baik perorangan atau LSM, yg bersedia menanamkannya buat kita.
So, you wanna try? Coba kontak alamat ini:
< AFNAN TIO
GEDONGMULYO RT 3/RW 1, LASEM
Jumat, 25 Juli 2008
BULLY: TENTANG INTEGRITAS
Last night Bully said,"integrity distinguishes itself from other paths. Cz it is the only path upon which you will never get lost."
Bully adalah seorang teman dr dunia maya. Spt angin, dia datang dan pergi tanpa bisa kuduga keberadaannya. Dia muncul tiba2 dlm YMku.Meninggalkan pesan. Atau sesekali - jk beruntung - bercakap sebentar di ruang maya itu.
Dan aku cuma tahu,dia Bully. Nama yg aneh... Tanpa pernah kutahu identitasnya secara pasti. Pernah suatu kali aku tanyakan soal itu. Dia cuma menjawab, "Pentingkah?Andai Bully seorang perempuan,mungkin akan ditinggalkan. Cz biasanya,perempuan males ceting dg sesama perempuan.Atau jk Bully seorang laki2,Bully takut dijatuhi hati.Hwaahaha..hii..!"
Ih,narsis bener?
Akhirnya kuhentikan pencarian identitasnya.Biar.Daripada dia ke-GR-an mulu!Meski kadang aku kesulitan juga menangkap personalitasnya dlm ruang imajiku.
Bully bisa mjd siapa saja saat kuajak bicara. Teman,kala aku riuh bercanda. Adek,saat tiba2 aku jadi sangat sok tau. Kakak,saat aku butuh tempat merajuk. Bahkan org tua,saat aku butuh perlindungan ketika kepenatan hampir2 melenyapkan kesadaranku. Cuma satu yg tak mungkin. Ya,tentu saja,berperan sebagai suamiku. Hueheheh...
Kemarin malam kutemui Bully lagi setelah utk beberapa waktu tak kukunjungi ruang mayaku. Di YM dia telah meninggalkan pesan. Sepertinya dia pun sdg on line malam itu.
Percakapan kami mengalir bagai anak sungai. Kadang tenang, kadang juga riaknya
membuncah tiba2.
"Sibuk apa pe ga sempet OL?" Tulisnya.
"Bosen. Lagi pengen semedi bwt cari inspirasi," balasku.
"Bukannya inspirasi datang sendiri? Dia akan muncul justru ketika kamu ada di suatu tempat bersama org laen."
"Ga taulah. Mungkin lebih tepat dibilang introspeksi. Bukankah ulet hrs bertapa dulu sebelum jd kupu2?" (hahaha... Sok berfilsafat kan aku?)
"Terus? Mang kamu dah jd kupu?"
Hihi... Bingung aku. Sampai lama tak keluar jawaban. Mungkin Bully tau yg kupikirkan. Dia pun menulis lagi, "Coba pikirkan ttg integritas.Kira2 kamu dah punyakah?"
"Ha? Mangsuté?" Singkat tulisku.
Tapi Bully tak juga membalas. Ini bagian yg paling menyebalkan dr dirinya: menggantungkan pertanyaan.
Di depan layar aku merenung. Teringat di suatu kesempatan Bully pernah mempertanyakan ttg apa yg telah kucapai dlm rentang usiaku. Lantas apa lagi yg ingin kuraih pd sisa usiaku selanjutnya. Saat itu aku cuma menjawab, "going where the wind blows."
Dan Bully menulis, "Tu mah judul lagunya Mr. Big, Bu!"
And then... Cliiing! Bully ngilang.
Malam kemarin.
Kukira Bully akan ngilang lagi spt biasa, dg menyisakan tanya di kepalaku. Ternyata tidak! Ketika aku hendak sign out setelah hampir putus asa menunggu, pesan Bully muncul. Satu kalimat panjang dlm bahasa inggris. Napa juga pake inggris zi Bul?
Satu hal yg akhirnya membuka kesadaranku utk meninjau ulang peta yg telah kubuat. Apakah peta itu bisa menuntunku ke tempat yg ingin kutuju?
Bully, Bully, Bully... Siapa sebenarnya kamu? Kenapa hanya di ruang maya kita berjumpa? Bahkan dlm imajinasiku pun sosokmu sulit kuwujudkan!
Anyway... Bully...
So much thanks for you !!!
Bully adalah seorang teman dr dunia maya. Spt angin, dia datang dan pergi tanpa bisa kuduga keberadaannya. Dia muncul tiba2 dlm YMku.Meninggalkan pesan. Atau sesekali - jk beruntung - bercakap sebentar di ruang maya itu.
Dan aku cuma tahu,dia Bully. Nama yg aneh... Tanpa pernah kutahu identitasnya secara pasti. Pernah suatu kali aku tanyakan soal itu. Dia cuma menjawab, "Pentingkah?Andai Bully seorang perempuan,mungkin akan ditinggalkan. Cz biasanya,perempuan males ceting dg sesama perempuan.Atau jk Bully seorang laki2,Bully takut dijatuhi hati.Hwaahaha..hii..!"
Ih,narsis bener?
Akhirnya kuhentikan pencarian identitasnya.Biar.Daripada dia ke-GR-an mulu!Meski kadang aku kesulitan juga menangkap personalitasnya dlm ruang imajiku.
Bully bisa mjd siapa saja saat kuajak bicara. Teman,kala aku riuh bercanda. Adek,saat tiba2 aku jadi sangat sok tau. Kakak,saat aku butuh tempat merajuk. Bahkan org tua,saat aku butuh perlindungan ketika kepenatan hampir2 melenyapkan kesadaranku. Cuma satu yg tak mungkin. Ya,tentu saja,berperan sebagai suamiku. Hueheheh...
Kemarin malam kutemui Bully lagi setelah utk beberapa waktu tak kukunjungi ruang mayaku. Di YM dia telah meninggalkan pesan. Sepertinya dia pun sdg on line malam itu.
Percakapan kami mengalir bagai anak sungai. Kadang tenang, kadang juga riaknya
membuncah tiba2.
"Sibuk apa pe ga sempet OL?" Tulisnya.
"Bosen. Lagi pengen semedi bwt cari inspirasi," balasku.
"Bukannya inspirasi datang sendiri? Dia akan muncul justru ketika kamu ada di suatu tempat bersama org laen."
"Ga taulah. Mungkin lebih tepat dibilang introspeksi. Bukankah ulet hrs bertapa dulu sebelum jd kupu2?" (hahaha... Sok berfilsafat kan aku?)
"Terus? Mang kamu dah jd kupu?"
Hihi... Bingung aku. Sampai lama tak keluar jawaban. Mungkin Bully tau yg kupikirkan. Dia pun menulis lagi, "Coba pikirkan ttg integritas.Kira2 kamu dah punyakah?"
"Ha? Mangsuté?" Singkat tulisku.
Tapi Bully tak juga membalas. Ini bagian yg paling menyebalkan dr dirinya: menggantungkan pertanyaan.
Di depan layar aku merenung. Teringat di suatu kesempatan Bully pernah mempertanyakan ttg apa yg telah kucapai dlm rentang usiaku. Lantas apa lagi yg ingin kuraih pd sisa usiaku selanjutnya. Saat itu aku cuma menjawab, "going where the wind blows."
Dan Bully menulis, "Tu mah judul lagunya Mr. Big, Bu!"
And then... Cliiing! Bully ngilang.
Malam kemarin.
Kukira Bully akan ngilang lagi spt biasa, dg menyisakan tanya di kepalaku. Ternyata tidak! Ketika aku hendak sign out setelah hampir putus asa menunggu, pesan Bully muncul. Satu kalimat panjang dlm bahasa inggris. Napa juga pake inggris zi Bul?
Satu hal yg akhirnya membuka kesadaranku utk meninjau ulang peta yg telah kubuat. Apakah peta itu bisa menuntunku ke tempat yg ingin kutuju?
Bully, Bully, Bully... Siapa sebenarnya kamu? Kenapa hanya di ruang maya kita berjumpa? Bahkan dlm imajinasiku pun sosokmu sulit kuwujudkan!
Anyway... Bully...
So much thanks for you !!!
Rabu, 23 Juli 2008
NEVER ENDING LOVE SONG
I would fain that you call me 'love' still
To see you happy and in high spirit
is a great consolation for me
Love,
how illness stand as a barrier
between me and you
But i wish i was either
in your arms full of faith,
or
that a thunder bolt would srike me
Love,
you know
i will love you
forever !
To see you happy and in high spirit
is a great consolation for me
Love,
how illness stand as a barrier
between me and you
But i wish i was either
in your arms full of faith,
or
that a thunder bolt would srike me
Love,
you know
i will love you
forever !
Langganan:
Postingan (Atom)
